Kesalahan Fatal Para Bilal

Diposting oleh afieq pada 07:18, 11-Apr-11

Di: Kolom Fuqaha'

Sahabat MWB-ers yang dirahmati Allah.

Sudah tidak asing lagi di kalangan kita, bahwa pada saat menjelang khatib naik ke atas mimbar dalam khutbah jum'at, terlebih dahulu ada orang (muraqqi, di Indonesia dikenal dengan istilah Bilal) yang menghimbau para hadirin untuk diam, tenang dan memperhatikan betul-betul apa yang akan disampaikan khatib. Model himbauannya bervariasi; ada yang menghimbau dengan membacakan Hadits, ada pula yang menampilkan kalimat lain yang bukan Hadits.

Di sebagian daerah, ada Bilal yang menggunakan susunan kalimat sebagai berikut:
معاشر المسلمين وزمرة الموءمنين رحمكم الله‎ .‎ ‎روي عن أبى هريرة رضى الله عنه : أنه قال .‎ ‎قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الجمعة سيد الأيام وحج الفقراء وعيد المساكين ‎ألخطبتان فيها مقام ركعتين فإذا صعد الخطيب على المنبر فلا يتكلمن أحدكم ومن يتكلم فقد لغا ومن لغا فلا جمعة له أنصتوا واسمعوا وأطيعوا رحمكم الله

Sebenarnya, Hadits yang diafiliasikan kepada Abu Hurairah ra., ini bukan murni sabda Nabi Muhammad SAW. Dari sekian sumber yang ada, semuanya menunjukkan bahwa Hadits ini merupakan gabungan dari beberapa Hadits yang diambil sepotong-sepotong dan bukan riwayat dari Abu Hurairah ra., dan ada sebagian penggalan hadits yang diklaim dha'if (lemah) bahkan palsu (maudhu'wink oleh sebagian pakar. Untuk lebih jelasnya, mari kita coba analisis Hadits di atas:

• Pertama:
إن الجمعة سيد الأيام
Kalimat ini merupakan penggalan dari Hadits berikut:
إن الجمعة سيد الأيام‎ ‎وأعظمها عند الله من يوم الأضحى ويوم الفطر

Hadits ini terdapat dalam Al-Mushannaf: karya Ibnu Abi Syaibah dalam bab "Jum'at", juga dalam Al-Mu'jam al-Kabir jilid 5 hal. 33 no. hadits 4511.
Ada juga Hadits yang susunan kalimatnya tidak sama namun memiliki kemiripan arti, terdapat dalam Ad-Durrul Mantsûr: Karya as-Suyuthi, jilid 8 hal. 155 (surat al-Jumu'ah.

Jadi, Hadits ini bisa dipertanggung-jawabkan keabsahannya. Namun bukan berarti boleh diambil sepotong-sepotong, kemudian diselipkan ke dalam Hadits lain.
Sebab hal demikian akan mengaburkan kemurnian suatu Hadits.

• Kedua:
وحج الفقراء
Kalimat ini adalah potongan dari Hadits berikut:
الجمعة حج المساكين
Ada riwayat lain yang menggunakan redaksi demikian:
الجمعة حج الفقراء
Dalam al-Ghummâs 'alal-Lummas (hal. 91) di jelaskan bahwa Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Mu'adz yang diperoleh dari adh-Dhahhak, dimana keduanya dinyatakan sebagai perawi Hadits yang lemah.
Anda juga bisa menemukan penjelasan senada dalam Maqâshid al-Hasanah: Karya as-Shakhawi (hal. 178) dan dalam Tamyizuth-Thayyib Mina al-Khabits.

• Ketiga:
وعيدالمساكين
Teks Hadits yang persis seperti ini tidak ditemukan. Yang ditemukan adalah kalimat berikut:
يوم الجمعة يوم‎ عيد‎ وذكر
Teks Hadits ini terdapat dalam Kasyful-Khafâ' (no. hadits 3250). Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Hadits ini juga terdapat dalam al-Mushannaf (jilid 1 hal. 435) dengan redaksi berikut:
إن هذا يوم عيد فاغتسلوا ومن ‏‎كان‏ عنده طيب فلا يضره ان يمس منه وعليكم بالسواك
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abi Syaibah.

• Keempat:
الخطبتان فيها مقام ركعتين
Memang ada hadits serupa yang bermuara pada kesimpulan senada, yang mengindikasikan bahwa hadits ini secara substansial merupakan cuplikan dari Hadits tersebut. Hadits dimaksud adalah sebagai berikut:

إنما جعلت الخطبة مكان الركعتين فإن لم يدرك الخطبة فليصل أربعا
Hadits ini bukanlah hadits marfu' (Hadits yang diafiliasikan pada Nabi Muhammad SAW)., akan tetapi hadits mawquf (Hadits yang diafiliasikan pada sahabat), yang di-mawquf-kan kepada Sayyidina 'Umar bin al-Khattab ra.
Hadits ini juga dicantumkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf. Jadi tidak benar kalau dikatakan Hadits ini datang dari Abu Hurairah ra.

• Kelima:
فإذا صعد الخطيب على المنبر فلا يتكلمن احدكم ومن يتكلم فقد لغا ومن لغا فلا جمعة له
Kalimat-kalimat ini sepertinya merupakan potongan dari Hadits berikut:

إذا دخل أحدكم المسجد والإمام على المنبر فلا صلاة ولا كلام حتى يفرغ الإمام
Dalam Majma'uz-Zawâ'id dijelaskan, bahwa hadits ini merupakan riwayat Imam ath-Thabrani dari Ibnu Umar. Namun dalam sanad Hadits ini terdapat Ayyub bin Nahik yang Haditsnya divonis matrûk (diabaikan).

Yang ada adalah Hadits-Hadits dengan kalimat yang tidak sama, namun searti dengan makna yang terkandung dalam Hadits Idzâ sha'ida seperti Hadits shahîh berikut:
إذا قلت لصاحبك يوم الجمعة أنصت والإمام يخطب فقد لغوت
Dan masih banyak lagi Hadits senada yang lebih bisa dipertanggung-jawabkan, tapi searti dengan Hadits Idzâ sha'ida di atas.
(Lihat, Shahîh al-Bukhâri bab "Jum'at"wink.

Dari paparan singkat di atas dapat disimpulkan bahwa, Hadits yang populer dibaca oleh para Bilal itu bukan riwayat Abu Hurairah, bahkan bukan Hadits, karena tidak ada satupun Hadits yang membentuk rangkaian seperti itu, namun merupakan kumpulan dari potongan-potongan Hadits yang di riwayatkan oleh beberapa perawi, yang di antaranya masih diperselisihkan oleh kalangan ulama.

Selama ini banyak orang tidak menyadari hakikat bacaan Bilal tersebut. Mayoritas mereka hanya mengikuti tradisi yang ada. Jadi, tidak benar mengatakan bahwa bacaan Bilal di atas merupakan Hadits dan disandarkan kepada Abu Hurairah ra. Alangkah celaka kita bila masuk dalam ancaman Nabi Muhammad SAW., disebabkan telah membuat kalimat yang tidak pernah beliau sabdakan, kemudian kita sandarkan kepada beliau. Sebab hal ini termasuk berbohong atas nama Nabi Muhammad SAW., yang ancamannya adalah neraka.
Dalam Hadits dijelaskan:
من كذب علي فليتبوء مقعده من النار
Artinya: "Orang yang berdusta atasku, maka ambillah tempatnya dari neraka".

Karena itu, sebaiknya kita tidak memperaktekkan bacaan Bilal yang tidak jelas sumbernya, sebagaimana dikutip di atas. Sebagai solusi, gunakan bacaan Bilal sebagai berikut:
معاشر المسلمين وزمرة الموء منين رحمكم الله روي عن أبى هريرة رضي الله عنه ‏قال‎ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا قلت لصاحبك يوم الجمعة أنصت والإمام يخطب فقد لغوت
Hadits yang disebut barusan sudah jelas termasuk dalam deretan Hadits-Hadits shahîh, karena telah diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam shahîhnya, dan memang berasal dari Abu Hurairah ra., dari Nabi Muhammad SAW.
Wallâhu a'lam bish-shawâb.

SEMOGA BERMANFAAT.


________________________
REFERENSI:
• Shahîh Bukhâri: Imam al-Bukhâri
• Fathul-Bâri: Ibnu Hajar al-'Asqalâny
• Al-Mushannaf: Ibnu Abi Syaibah
• Al-Mu'jam al-Kabîr: Al-Hafizh Abu al-Qasim ath-Thabrani
• Majma'uz-Zawâ'id: Al-Hafizh Abu Bakar Al-Haitsami as-Syafi'ie
• Ad-Durrul-Mantsûr: Imam As-Suyuthi
• Kasyful-Khafâ': Al-Hafizh Imam Al-'Ajaluni
• Maqâshid al-Hasanah: As-Shakhawi
• Al-Ghummâz 'alal-Lummâz: Al-Hafizh Al-Samhudi
• Buletin SIGIR aktual & salaf, edisi 49 tahun V Rabi'uts Tsani 1431 H. website: http://www.sidogiri.net

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

2 tanggapan untuk "Kesalahan Fatal Para Bilal"

Kang_arman pada 02:18, 08-Mei-11

Kunjungan prdana ne?

afieq pada 13:01, 08-Mei-11

Hahaha... Trimz bos

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar